Sakti.i.news.site.
JEMBER – 22 April 2026.
Bertempat di aula Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Propinsi Jawa Timur di Jember Jl.Kalimantan No.28 Krajan Timur Kelurahan Sumbersari Kecamatan Sumbersari berlangsung kegiatan pengukuhan pengurus sekaligus halal bihalal Perkumpulan Juang Kencana (JUKEN) yang dihadiri perwakilan dari 31 Kecamatan yang ada di Kabupaten Jember, Rabu 22 April 2026.
Drs.Suprihandoko,M.M. selaku ketua Juang Kencana Kab.Jember setelah dikukuhkan sebagai ketua JUKEN periode 2026-2030 menjelaskan Juang Kencana merupakan perkumpulan yang memiliki AD ART berafiliasi pada pembangunan keluarga berkualitas yang beranggotakan mantan penyuluh KB atau orang-orang ex BKKBN dan anggota luarbiasa istri pegawai BKKBN yang memiliki semangat juang bahwa pembangunan keluarga berkualitas itu sangat dibutuhkan.
Menurut Suprihandoko, fakta hari ini masih belum memberikan keberhasilan sesuai dengan yang diharapkan. Contohnya masih banyak ATS di kabupaten Jember artinya fungsi pendidikan kurang maksimal, banyak broken home artinya cinta kasih sayang kurang, banyak anak terlantar tidak ada perlindungan. Hal ini tentunya membutuhkan kontribusi partisipasi dan dorongan para senior yang ada dalam wadah juang kencana (JUKEN).
Juang Kencana (JUKEN) berharap kedepan masih bisa berpartisipasi dan memberi dukungan bagaimana angka stunting yang masih tinggi itu anggota JUKEN yang tersebar diseluruh kecamatan bisa berperan memberikan edukasi pada anak-anak muda bagaimana fungsi keluarga berjalan seperti perencanaan keluarga termasuk masalah lansia dan KB, terang Suprihandoko.
Suprihandoko menambahkan JUKEN memiliki fungsi yang strategis diantaranya :
1. Fungsi Sosial yang mengembangkan dimensi sosial kemasyarakatan artinya sesama pensiunan, sesama tetangga, sesama lansia bagaimana selalu bersinergi berkolaborasi untuk mencapai sebuah keberhasilan bersama.
2. Dimensi Spiritual dimana para lansia dulu sibuk bekerja tidak sempat memperdalam ritual keagamaannya, di JUKEN ini kita maksimalkan dengan mendatangkan guru atau ulama sehingga diakhir perjalanan hidup bekal spiritualnya mantap sehingga akan menjadi Husnul khatimah.
3. Dimensi Intelektual. Makin tua daya intelektual makin berkurang, dengan menyambung silaturahmi bertemu senior yang lain bercanda, bernyanyi bersama akhirnya muncul improvisasi baru yang perlu dikembangkan.
4. Dimensi Pengembangan Kemitraan. Harapannya karena JUKEN ini kumpulan orang-orang purnatugas menyadari sisi penghasilan dan anggaran makin sempit ruangnya maka diperlukan kemitraan dari dinas instansi yang membutuhkan kontribusi pemikiran para ahli berkumpul di JUKEN, ada ahli kependudukan dan KB membangun keluarga berkualitas keluarga sejahtera menuju 100 tahun Indonesia merdeka Indonesia emas seperti apa. 
Harapan Suprihandoko selaku ketua Juang Kencana (JUKEN) Kabupaten Jember bisa bersinergi kolaborasi memberikan sumbangsih tenaga dan pemikiran dengan dinas terkait terutama dinas sosial dan dinas kesehatan dengan dukungan SDM Juken yang senior-senior tersebar di 31 kecamatan. Dinas yang mensuport anggaran sedangkan kita dari perkumpulan juang kencana (JUKEN) menyediakan SDM, pungkas Suprihandoko.
Idham














