Bojonegoro, 18 Februari 2026 –Sakti.i-news.site – Proyek pembangunan Jembatan Balenrejo–Sidobandung I yang berlokasi di Desa Suwaloh, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, menuai sorotan publik setelah dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah meski baru rampung dikerjakan.
Pembangunan yang bersumber dari anggaran Perubahan APBD (P-APBD) Tahun 2025 melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga tersebut kini menjadi perhatian masyarakat. Warga menduga kerusakan terjadi akibat kualitas material yang tidak sesuai spesifikasi serta metode pengerjaan yang dinilai kurang optimal.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah bagian badan jembatan terlihat retak dan ambrol di beberapa titik. Kondisi ini dinilai tidak wajar mengingat usia bangunan yang masih sangat baru, bahkan kerusakan disebut sudah tampak hanya beberapa minggu setelah pekerjaan dinyatakan selesai.

“Jembatan ini sangat parah. Baru dibangun tetapi sudah rusak,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Kepala Desa Suwaloh, Bambang, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, menyampaikan bahwa pihak pemerintah desa telah berupaya melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Ia menjelaskan bahwa proyek tersebut dinilai belum sepenuhnya rampung dan masih terdapat sejumlah pekerjaan yang belum diselesaikan, termasuk urukan di beberapa bagian.
“Kami sudah berupaya mengonfirmasi ke dinas terkait untuk kelanjutan proyek ini karena belum seratus persen selesai. Masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan, termasuk urukan. Saya juga sudah mencoba menghubungi Dinas PU Bina Marga, pihak rekanan, serta direktur CV pelaksana, namun hingga saat ini belum ada tindakan,” ujar Bambang.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa proyek pembangunan jembatan tersebut dikerjakan oleh CV Angkling Darma dengan direktur bernama Reksi sebagai pelaksana pekerjaan. Munculnya kerusakan dalam waktu relatif singkat setelah proyek dinyatakan selesai semakin menimbulkan pertanyaan publik terhadap kualitas pelaksanaan proyek.

Kondisi ini juga memunculkan sorotan terhadap proses pengawasan proyek. Peran konsultan pengawas dan tim monitoring dari Dinas PU Bina Marga dinilai perlu dievaluasi guna memastikan pekerjaan telah sesuai dengan standar teknis yang ditetapkan.
Warga berharap pemerintah daerah bersama Dinas PU Bina Marga segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut. Mereka juga mendesak agar kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, serta pihak penanggung jawab lainnya memberikan klarifikasi sekaligus bertanggung jawab atas hasil pekerjaan.
Selain itu, perbaikan segera dinilai penting agar jembatan dapat kembali berfungsi secara aman dan tidak membahayakan pengguna jalan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PU Bina Marga Kabupaten Bojonegoro maupun pihak pelaksana proyek terkait penyebab pasti kerusakan serta langkah penanganan yang akan dilakukan.





