Jember, Sakti.i.news.site
Kabupaten Jember menempati posisi terbawah dalam persentase kenaikan Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Provinsi Jawa Timur tahun 2026.
Di tengah capaian tersebut, Bupati Muhammad Fawait justru mengklaim bahwa angka kemiskinan di wilayahnya mengalami penurunan signifikan.
Bantuan Pangan tahun 2026 dari pemerintah pusat berupa beras dan minyak goreng akan segera disalurkan untuk warga Kabupaten Jember.
Prosentase kenaikan Penerima Bantuan Pangan (PBP) Kabupaten Jember menduduki peringkat paling bawah alias buncit.
Program Bantuan Pangan ini, untuk alokasi Bulan Februari dan Maret, langsung instruksi dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Bapanas menunjuk Perum Bulog sebagai penyalur langsung ke Penerima Bantuan Pangan (PBP). Untuk Kabupaten Jember Kantor Cabang Jember bertanggungjawab mengemban tugas mulia ini.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Jember, Ade Saputra, mensosialisasikan program kepada Forkopimda, para muspika, Kepala Desa, Lurah dan Kepala OPD Pemkab Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Kamis, (26/3/2026).
Ade menyebutkan perbandingan data PBP 2025 dengan 2026. Data tahun lalu PBP di Jember sejumlah 202.219. Kini tahun 2026 sejumlah 390.744 PBP atau hampir 7,8 ribu ton beras dan 1.550 kiloliter minyak goreng.
Jika diprosentase maka mengalami kenaikan 93,23 persen dari tahun lalu,” ucap Ade.
Ia melanjutkan paparannya. Untuk provinsi Jawa Timur, di semua kabupaten dan kota yang seluruhnya berjumlah 38 mengalami kenaikan. Yang paling tinggi Surabaya dan paling rendah Kabupaten Jember.
Menurutnya, data yang diterima Bulog dari Bapanas merupakan kompilasi data dari Kementerian Sosial dan Dukcapil untuk selanjutnya difilter oleh dengan data dari BPS.
Secara nasional tahun 2025 tercatat 18 juta keluarga menerima bantuan pangan. Dan tahun 2026 naik menjadi 33 juta PBP. Kompilasi data itu disebut data tunggal sosial ekonomi.
PBP akan menerima sekaligus 2 bulan untuk bulan Februari dan Maret yaitu 20 kg beras dan 4 liter migor.
Dikonfirmasi kepada Bupati Jember terkait peringkat terbawah prosentase kenaikan PBP itu, Gus Fawait menjawab.Artinya ada penurunan kemiskinan di Jember yang cukup signifikan,” jawab Gus Fawait singkat.
Gus Fawait kembali menyatakan tekadnya dalam memerangi kemiskinan.
Sesuai janji politik saya, bahwa nanti akan ada angka kemiskinan harus di bawah dua ratus ribu,” katanya tegas.
Menurutnya angka 200.000 itu adalah angka psikologis kemiskinan di Jember. Selama sepuluh tahun terakhir ini angka kemiskinan selalu di atas itu.
Idham














