Bojonegoro – sakti.i-news.site – Pekerjaan pembangunan jembatan di wilayah Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro menuai sorotan tajam dari masyarakat.
Proyek yang seharusnya menjadi solusi akses dan peningkatan ekonomi warga, justru berubah menjadi sumber persoalan baru karena hingga kini tak kunjung terselesaikan.
Dari pantauan di lokasi pada 16 April 2026, kondisi jembatan terlihat masih dalam tahap pembongkaran.
Struktur lama telah dirusak, sementara pembangunan baru belum menunjukkan progres signifikan.
Material berserakan, alat berat terparkir, dan badan jembatan terputus total, membuat akses warga lumpuh.
Warga sekitar mengaku sangat dirugikan dengan kondisi tersebut.
Jembatan yang sebelumnya menjadi jalur vital kini tidak dapat dilalui sama sekali, baik oleh pejalan kaki maupun kendaraan.
“Katanya siap dikerjakan, tapi sampai sekarang baru dibongkar saja. Kami jadi kesulitan lewat, apalagi untuk jual beli dan ke sawah,” keluh salah satu warga di lokasi.
Dampak paling terasa adalah terhambatnya aktivitas perdagangan dan pertanian.
Petani kesulitan mengangkut hasil panen, sementara pedagang kehilangan akses distribusi.
Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya jalur alternatif yang memadai, sehingga masyarakat terpaksa memutar jauh dengan biaya tambahan.
Selain itu, situasi di lapangan juga menimbulkan potensi bahaya.
Area proyek yang terbuka, tanah labil di sekitar aliran sungai, serta minimnya pengamanan berisiko memicu kecelakaan, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih melanda.
Ironisnya, tim pelaksana proyek sebelumnya menyatakan kesiapan untuk menyelesaikan pekerjaan.
Namun realita di lapangan justru bertolak belakang, memunculkan dugaan lemahnya perencanaan maupun pengawasan dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Masyarakat kini mendesak Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk turun tangan secara tegas.
Mereka berharap ada langkah konkret, baik berupa percepatan pengerjaan maupun evaluasi terhadap pihak pelaksana yang dinilai tidak profesional.
“Kalau seperti ini terus, kami yang jadi korban. Pemerintah harus tegas, jangan dibiarkan berlarut-larut,” tegas warga lainnya.
Kondisi ini menjadi ujian bagi komitmen pemerintah daerah dalam memastikan proyek infrastruktur benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan justru sebaliknya.
Ketegasan dalam pengawasan, transparansi anggaran, serta penindakan terhadap pihak yang lalai dinilai menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terus terulang di Kabupaten Bojonegoro.
Tim investigasi














