banner 728x250
Daerah  

Demi mencegah kerawanan darurat kemarau panjang dan status darurat siaga BPBD kabupaten Jember menggelar apel HKB

Jember, Sakti.i.news.site– Antisipasi untuk menghadapi ancaman musim kemarau yang diprediksi panjang dan extrim, Pemerintah Kabupaten Jember resmi menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan tahun 2026. Langkah ini diambil setelah adanya info dari BMKG bahwa perkiraan puncak kemarau terjadi pada Agustus mendatang.

Keputusan tersebut ditegaskan Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, setelah memimpin apel peringatan HKB di PPG Sidomulyo, Kecamatan Silo, Minggu (26/4/2026).

Dalam penjelasan Edy menyebutkan bahwa fase rawan kekeringan telah dimulai sejak akhir April dan akan terus meningkat hingga mencapai puncaknya. Kondisi ini berpotensi memicu krisis air bersih sekaligus meningkatkan risiko bencana.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, masyarakat diajak berpartisipasi dalam rangka peringatan melalui pembunyian sirine, lonceng, dan kentongan secara serentak pada pukul 10.00 WIB.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi nyata berupa penanaman pohon dan penebaran bibit ikan sebagai upaya menjaga keseimbangan lingkungan serta memperkuat ketahanan ekosistem di tengah ancaman kekeringan.

Tak hanya fokus pada kekeringan, BPBD juga mewaspadai ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan . Koordinasi lintas sektor telah diperkuat bersama Perhutani, BKSDA, Dinas Kehutanan Jawa Timur, Forkopimda, hingga relawan dari tingkat desa.

Pemerintah juga mengeluarkan himbauan tegas kepada warga, khususnya yang tinggal di kawasan lereng gunung dan hutan, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berisiko memicu kebakaran besar.

Sebagai langkah antisipasi, sejumlah posko siaga telah disiapkan untuk mempercepat penanganan dampak kekeringan. Selain itu, masyarakat juga diajak memperkuat doa dan kebersamaan agar Jember terhindar dari bencana yang lebih besar.

Upaya teknis terus kami lakukan, namun kami juga berharap dukungan dari seluruh masyarakat agar kondisi ini bisa dilalui dengan aman,” tutur Edy.

Selain itu juga sudah disediakan posko di 7 kecamatan seperti yang rawan terjadinya bencana yaitu Wuluhan, Tempurejo, Jombang,kencong, Gumukmas dan Puger.

Semoga dengan adanya kegiatan dan simulasi evakuasi mandiri bisa bermanfaat.

 

 

Idham

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *