
- Bojonegoro –Sakti.i-news.site – Di tengah tuntutan profesionalisme militer yang semakin kompleks, prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangun (Yonif TP) 885/Belibis Putih menunjukkan langkah konkret:
tak hanya diasah untuk perang, tetapi juga disiapkan menghadapi kondisi darurat sipil seperti kebakaran.
Latihan penanganan kebakaran digelar langsung di kantor pemadam kebakaran setempat. Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan pembekalan teknis yang menyentuh kebutuhan riil di lapangan.
mulai dari teknik dasar pemadaman api, penggunaan alat pemadam, hingga strategi menghadapi situasi darurat yang kerap terjadi di tengah masyarakat.
Langkah ini mencerminkan pergeseran paradigma pembinaan prajurit teritorial, yang kini dituntut lebih adaptif dan responsif terhadap persoalan non-militer.
Komandan batalyon, Letkol Inf Rino Wahyu Nugroho, S.E., menegaskan bahwa prajurit tidak boleh hanya unggul dalam kemampuan tempur semata.
“Prajurit harus serba bisa. Tidak hanya mahir menembak dan bertempur, tetapi juga mampu hadir dan memberi solusi saat masyarakat menghadapi bencana seperti kebakaran,” tegasnya.
Tak berhenti di situ, Yonif TP 885 juga membekali anggotanya dengan keterampilan di bidang pertanian dan pembangunan wilayah.
Hal ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan sekaligus memperkuat peran TNI dalam pembangunan daerah.
Latihan ini sekaligus menjadi pesan kuat: keberadaan TNI di wilayah bukan hanya sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam membantu masyarakat saat krisis.
Dengan pembekalan ini, prajurit diharapkan tidak sekadar menjadi penonton saat terjadi kebakaran, tetapi mampu turun langsung, cepat, dan tepat dalam membantu warga.
membuktikan kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata di lapangan.






