Jember –Sakti.i.news.site. Penguatan kelembagaan petani terus digalakkan oleh penyuluh pertanian di berbagai wilayah Kabupaten Jember.
Di mana penyuluhan khusus penataan kelembagaan petani dilakukan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat.
Kegiatan saat ini digelar aula kantor Dinas Tanaman pangan dan hortikultura dan perkebunan pada Selasa (28/5/2026) dan diikuti oleh 240 peserta, terdiri dari pengurus kelompok tani anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sekabupaten Jember. Mereka yang sudah memenuhi syarat untuk menjadi perwakilan penjualan atau kios pupuk dan alat pertanian bisa mendaftarkan rekening melalui bank BRI.
Disisi lain juga ada pemeriksaan untuk pendataan bagi kelompok tani untuk penguatan fungsi dan struktur organisasi Gapoktan agar lebih efektif dalam mengelola kegiatan pertanian di desa.
Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) yang menekankan pentingnya memperkuat kelembagaan petani terutama generasi muda untuk mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Kepala bidang Prasarana dan Penyuluhan pertanian Jember Moch Kosim, juga menegaskan bahwa saat ini memang ada pendaftaran rekening melalui bank BRI bagi mereka kelompok tani atau Gapoktan yang sudah memenuhi syarat untuk penguatan kelembagaan ekonomi petani sangat penting untuk kesejahteraan dan keberlanjutan pembangunan pertanian, terutama menghadapi tantangan modern.
Gapoktan saat ini menyebut bahwa lembaga seperti Gapoktan sangat berperan dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan desa. Namun, masih banyak Gapoktan yang belum memahami sepenuhnya fungsi dan peran mereka.
Penataan kelembagaan bertujuan agar Gapoktan berjalan sesuai AD/ART, tertib administrasi, dan menjadi lembaga yang dipercaya petani maupun pemerintah,”Moch Kosim.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak berhenti pada penyuluhan saja, tetapi akan dilanjutkan dengan pendampingan intensif selama beberapa bulan ke depan. Kosim menyatakan komitmennya untuk mendampingi Gapoktan sampai benar-benar mandiri.
Penyuluh punya peran sebagai fasilitator dan penggerak. Kami akan terus dorong petani berorganisasi dengan baik, karena kelembagaan yang kuat akan membuat mereka lebih berdaya,” jelasnya.
Salah satu anggota Gapoktan mengatakan Kami jadi lebih paham cara menyusun program kerja yang realistis dan melibatkan semua kelompok tani. Ini penting agar kegiatan Gapoktan tidak sekadar formalitas, tapi benar-benar bermanfaat,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari kegiatan, peserta mengikuti untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan Gapoktan. Hasil diskusi menjadi dasar penyusunan rencana aksi yang akan dibahas dalam musyawarah Gapoktan selanjutnya. Beberapa langkah konkret yang disepakati antara lain: penyusunan ulang struktur organisasi, pembaruan data anggota, serta penataan administrasi keuangan dan inventaris untuk meningkatkan akuntabilitas.
Para peserta juga sepakat mengadakan rapat rutin bulanan, membentuk tim kecil pengelola usaha bersama, dan mulai menjajaki kerja sama dengan koperasi atau pelaku usaha lokal.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember, Drs M Jamil M.si mengapresiasi kegiatan ini dan berharap Gapoktan yang sudah memenuhi syarat bisa menjadi contoh bagi desa lain dalam penataan kelembagaan petani.
Melalui kegiatan ini, Gapoktan diharapkan mampu meningkatkan kapasitasnya sebagai organisasi petani yang tangguh, produktif, dan responsif terhadap kebutuhan anggotanya.
Idham




